Photobucket
Showing posts with label Agriculture. Show all posts
Showing posts with label Agriculture. Show all posts
Monday, July 11, 2011

Daur Ulang Limbah Organik (Pengomposan)

Pengomposan merupakan proses penguraian senyawa-senyawa yang terkandung dalam sisa-sisa bahan organik (seperti jerami, daun-daunan, sampah rumah tangga dan sebagainya) dengan perlakuan khusus (pelapukan secara alami). Hasil pengomposan inilah yang biasa disebut sebagai pupuk kompos.
Di lingkungan alam terbuka, kompos bisa terjadi dengan sendirinya. Lewat proses alami, rumput dedaunan, dan kotoran hewan serta sampah lainnya lama kelamaan membusuk karena kerjasama antara mikroorganisme dan cuaca.
Proses tersebut bisa dipercepat oleh perlakuan manusia, hingga menghasilkan kompos yang berkualitas baik, dalam jangka waktu tidak terlalu lama. Sebab jika sewaktu-waktu kompos tersebut kita perlukan segera, kita tidak mungkin menunggu kompos dari hasil proses ala yang membutuhkan jangka waktu agak lama itu.
Fungsi Kompos :
1. Soil Conditioner; berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, terutama bagi tanah kering dan ladang
2. Meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air (increase soil water holding capacity)
3. Soil Ameliorator; berfungsi mempertinggi kemampuan pertukaran kation (KPK) baik pada tanah ladang maupun tanah sawah dan lain-lain.
Kompos dan Kesuburan Tanah
Salah satu unsur pembentuk tanah adalah bahan organis. Jadi jelaslah betapa pentingnya penambahan bahan organis kedalam tanah. Seperti telah diketahui, bahan organis terentuk dari sisa tanaman, hewan atau kotoran hewan, juga sisa jutaan makhluk kecil yang berupa bakteri jamur, ganggang, hewan ber-sel satu maupun banyak sel. Sisa hewan dan tumbuh-tumbuhan ini sebelum menjadi bahan organis, akan mengalami proses perubahan lebih dahulu.
Sebelum mengalami proses perubahan, sisa hewan dan tumbuhan ini tidak berguna bagi tanaman, karena unsur hara terikat dalam bentuk yang tidak dapat diserap oleh tanaman. Oleh sebab itu, perlu dikomposkan. Selama proses perubahan dan peruraian bahan organis, unsur hara makanan akan bebas menjadi bentuk yang larut dan dapat diserap tanaman.
Bahan organis yang telah terkompos dengan baik, bukan hanya memperkaya bahan makanan tanaman tetapi terutama berperanan besar terhadap perbaikan sifat-sifat tanah, seperti :
* mengembailkan kesuburan tanah mellui perbaikan sifat-sifat tanah baik fisik, kemis maupun biologis
* mempercepat dan mempermudah penyerapan unsur nitrogen oleh tanaman karena telah diadakan perlakuan khusus sebelumnya
* mencegah infeksi yang disebabkan oleh biji-biji tumbuhan pengganggu
* dapat disediakan secara mudah, murah dan relatif cepat
* bahan organis pada kompos memperbesar daya ikat tanah yang berpasir, sehingga tidak mudah longsor
* memperbaiki struktur tanah lempung
* bahan organis dalam tanah akan mempertinggi kemampuan pengikatan unsur hara dan penampungan air, sehingga tanah dapat lebih banyak menyediakan air serta makanan bagi tanaman dan dapat mencegah timbulnya banjir
* memperbaiki drainage dan tata udara tanah, terutama paa tanah berat. Dengan tata udara tanah yang baik dan kandungan air yang cukup tinggi, maka suhu udara akan lebih stabil.
Maksud Pembuatan Kompos
Mengapa penggunaan kompos begitu penting ?. Ada beberapa alasan yang perlu dikemukakan, yaitu melengkapi kebutuhan bahan organis dari pupuk lain (pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kimia dan sebagainya). Pertimbangan lain penggunaan kompos, adalah mengingat pemakaian pupuk buatan/kimia memakan biaya besar. Pupuk buatan dapat dihanyutkan air atau menguap ke udara. Tetapi jika kita campur pupuk buatan tersebut dengan sisa tumbuhan atau bahan baku lain yang dikompos, maka pupuk buatan tersebut tidak akan mudah dihanyutkan hujan atau menguap ke udara.
Beberapa petani yang telah berhasil mengatakan bahwa satu sak pupuk buatan dicampur kompos lebih baik dari pada tiga sak pupuk butan tanpa dicampur kompos. Pupuk buatan yang dicampur kompos menjadi kompos menjadi pupuk organis yang diperkaya.
Penggalakan penggunaan kompos, dapat juga dimanfaatkan dari persediaan bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (jerami, sampah kota dan lain-lain) dalam jumlah banyak. Lalu bagaimana caranya ?. Telah diketahui bahwa C/N tanah-tanah pertanian : 10 – 12. Maka bahan organis yang akan digunakan sebagai pupuk, sebaiknya mempunyai perbandingan C/N yang mendekati C/N tanah. Sedang sisa-sisa tanaman yang masih segar pada umumnya C/N –nya tinggi, jadi belum bisa langsung digunakan sebagai kompos.
Daftar Perbandingan C/N dari berbagai tumbuh-tumbuhan :
Jenis Tumbuh – tumbuhan / materi     C/N Rasio
- kayu (tergantung pd macam & umurnya)     + 200 – 400
- jerami padi     50 – 70
- batang jagung     100
- daun-daun kering (tergantung macamnya)     50 – lebih
- kulit buah kapuk     50
- bahan-bahan pupuk-hijau yang tidak terlalu tua & yg besar     20
- daun-daun segar (tergantung pd macamnya)     10 – 20
- kulit buah kopi     15 – 20
- sisa pemangkasan, cabang pohon (tergantung macam & umurnya)     15 – 60
- sisa pemangkasan pohon teh     15 – 17
- salvia     17
- daun dadap muda     11
- daun tephrosia yang muda     11
- bungkil biji kapuk     10
- bungkil biji kacang     7
Bahan-bahan yang mempunyai C/N sama atau mendekati C/N tanah, tentu dapat dengan langsung digunakan. Tetapi sebelum digunakan sebagai pupuk, sebaiknya dikomposkan dahulu. Ini supaya C/N –nya menjadi lebih rendah atau mendekati C/N tanah.
Jadi pembuatan kompos ialah menumpukkan bahan-bahan organik dan membiarkannya terurai menjadi bahan-bahan yang mempunyai perbandingan C/N yang rendah sebelum digunakan sebagai pupuk.
Syarat-syarat Keberhasilan Pembuatan Kompos :

A. Susunan Bahan Mentah
Sampai pada batas tertentu, semakin kecil ukuran potongan bahan mentahnya, semakin cepat pula waktu pembusukannya. Ini karena semakin banyak permukaan yang tersedia bagi bakteri pembusuk untuk menyerang dan menghancurkan material-material tersebut.
Untuk mempercepat proses pembusukan, kita dapat mencincang daun-daunan, ranting-ranting dan material organis lainnya dengan tangan.

B. Suhu dan Ketinggian Timbunan Kompos
Penjagaan panas sangat penting dalam pembuatan kompos. Dan satu faktor yang menentukan tingginya suhu adalah tinggi timbunan itu sendiri. Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah sekitar 1,25 sampai 2 meter. Ini akan memenuhi penjagaan panas dan kebutuhan akan udara. Pada waktu proses pembusukan berlangsung, pada timbunan material yang tingginya 1,5 meter akan menurun sampai kira-kira setinggi 1 atau 1,25 meter.

C.     Pengaruh Nitrogen ( N )
Timbunan yang ber-Nitrogen terlalu sedikit (zat yang dibutuhkan bakteri penghancur untuk berbiak) tidak akan menghasilkan panas untuk membusukkan material dengan cepat. Tetapi, kadar karbon/nitrogen (C/N) yang tinggi bisa menyebabkan timbunan itu membusuk pelan-pelan lewat kerja zat-zat organis suhu rendah (kebanyakan jamur)

D. Kelembaban
Timbunan kompos harus selalu lembab, tapi kita perlu menjaganya supaya tidak sampai becek. Karena kelebihan air akan mengkibatkan volume udara jadi berkurang. Semakin basah timbunan itu, makin sering pula kita harus mengaduknya untuk menjaga dan mencegah pembiakan bakteri an-aerobik.

E. Bak Penampungan
Bak penampungan berfungsi sebagai menampung bahan kompos untuk diproses sekaligus untuk membolak-balik agar tercampur dan proses pembusukan berlangsung merata.

F. Pengadukan
Tujuan dari proses pengadukan kompos :
* memasukkan sejumlah oksigen untuk tetap berlangsungnya proses pembusukan
* mengeringkan bahan apabila timbunan terlampau basah, mencegah timbulnya bakteri an-aerobik
* untuk menyusun kembali bahan yang sedang dalam proses pembusukan. Bagian luar yang kurang busuk kita pindah ketengah timbunan hingga bakteri suhu tinggi akan mulai bekerja lagi. Timbunan akan kembali menjadi panas dengan lebih cepat, dan ketika suhu menurun lagi, proses pengomposan telah selesai dan kompos siap dipakai.
Saturday, July 9, 2011

DAWET IRENG DARI JERAMI PADI


dawet-ireng Salam Pertanian! Kalau kita berjalan-jalan di daerah Banyumas pasti kita akan banyak menjumpai banyak penjual dawet dipinggir jalan. Para penjual dawet tersebut banyak yang memberi label atau judul dawet hitam. Kali ini Gerbang Pertanian ingin membagi tips cara membuat dawet ireng.

BAHAN:
  1. 1 kg tepung ganyong;
  2. ½ tepung sagu;
  3. 1 genggam merang/batang padi;
  4. 2,5 lt air;
  5. 1 lt santan;
  6. 1 – 1 1/2 sdt garam
  7. es batu secukupnya
SIRUP GULA AREN:
  1. 500 gula aren;
  2. 250 gr gula pasir;
  3. 500 ml air;
  4. 2 daun pandan
CARA MEMBUAT:
  1. Sirup gula aren: rebus semua bahan hingga mendidih dan gula larut. Saring. Sisihkan;
  2. Santan: Campurkan santan dengan garam. Sisihkan;
  3. Larutkan tepung ganyong dan tepung sagu dengan 1.5 lt air hingga rata. Bila perlu saring dengan kain. Sisihkan;
  4. Bakar merang hingga jadi abu, rendam dengan 1 lt air. Aduk hingga berwarna hitam. Saring dengan kain; Rebus larutan merang hingga mendekati mendidih. Sebelum mendidih masukkan adonan sagu. Aduk-aduk hingga jadi seperti bubur. Aduk konstan hingga matang; Siapkan baskom berisi air dingin, dan saringan atau cetakan dawet.
  5. Panas-panas ambil bubur merang yang telah matang secukupnya. Taruh di cetakan, tekan dengan papan yang lebih kecil ukurannya dari diameter saringan. Biarkan bubur merang lolos lewat lubang-lubang kecil saringan tepat di air dingin. Lakukan hingga semua ‘tersaring’. Tiriskan;
  6. Penyajian: Ambil gelas saji, beri dawet hitam, es batu, tuangi santan dan sirup gula aren. Sajikan.
Jangan hanya kepingin, bikin dong! Mudah kan bikinnya. Semoga artikel ini bisa membantu para pembaca yang ingin membuat dawet ireng dari jerami padi dan para pembaca yang ingin berwiraswasta atau berjualan dawet ireng (maspary).
Friday, July 1, 2011

PETANI INDONESIA MASIH MISKIN


petani-indonesia Salam Pertanian. Apa kabar petani Indonesia? Kali ini Information Network hanya ingin sedikit membuka pandangan masyarakat terhadap keadaan petani Indonesia. Yang saya maksud kali ini adalah petani tanaman pangan terutama padi. Setelah beberapa tahun pemerintah Indonesia meluncurkan berbagai program untuk mendokrak stok pangan nasional ternyata ada yang masih dilupakan pemerintah, yaitu nasib petani itu sendiri. Sehingga seakan-akan petani hanyalah sebuah lilin, yang menerangi sekelilingnya namun sedikit demi sedikit dirinya akan terbakar habis.
Pemerintah perlu membuat terobosan kebijakan yang benar-benar memikirkan nasib petani kedepan. Jangan sampai keadaan petani semakin miskin dan tidak menentu sehingga generasi penerus petani akan habis karena menganggap menjadi petani tidak ada yang bisa diharapkan.
Penyebab utama kemiskinan petani adalah karena kepemilikan lahan yang relatif sempit. Kita biasa menyebutnya sebagai petani gurem. Rata-rata kepemilikan lahan petani Indonesia adalah dibawah 0,25 ha. Jika anda ingin mengetahui berapa kecil pendapatan seorang petani yang mempunyai lahan garapan 0,25 ha silahkan melanjutkan membaca artikel ini. Kisah dibawah ini hanyalah kutipan yang maspary baca dari sebuah harian kompas.
Ironis sekali ternyata petani Indonesia masih miskin. Pendapatan rumah tangga petani saat ini ada yang hanya Rp 300.000 per bulan. Itu pun kalau panen padinya dalam kondisi bagus dan iklim bersahabat. Perlu kebijakan revolusioner untuk mencegah pemiskinan petani yang semakin meluas.
Penelusuran Kompas di sejumlah sentra produksi padi di wilayah pantai utara Jawa dari Karawang, Jawa Barat, hingga Tegal, Jawa Tengah, sejak Minggu hingga Selasa (22/2/2011), menunjukkan, pemiskinan petani memang nyata terjadi.
Di lapangan, Mujib (35), pemuda warga Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, menyatakan, saat ini ia hanya mengolah lahan sawah 0,25 bau atau sekitar 1.700 meter persegi (1 bau sekitar 0,7 hektar atau 7.096 meter persegi).
Lahan ini pemberian orangtuanya, mantan pegawai Kantor Urusan Agama Tegal. Pemilik lahan satu bau itu saat ini menggarap lahan sewa 0,25 hektar. Dengan mengolah lahan 1.700 meter persegi, pendapatan bulanan Mujib hanya Rp 300.000-Rp 400.000 per bulan. Itu pun dengan catatan kalau panen padi tidak ada gangguan.
Karena tidak mencukupi kebutuhan, sekalipun dia masih membujang, Mujib mencari tambahan penghasilan dari berjualan benih dan pupuk. Paling tidak untuk kedua usaha sampingannya itu, Mujib mendapatkan tambahan penghasilan bulanan Rp 100.000-Rp 200.000 per bulan. Dengan begitu, total penghasilannya menjadi Rp 500.000-Rp 600.000. Jumlah ini berbeda jauh dari pendapatan ayahnya yang dulu sebagai petani dengan lahan satu bau dan bekerja sebagai pegawai negeri sipil. 
”Meski saya sudah cari tambahan penghasilan, tetap kecil pendapatannya,” kata Mujib, yang pernah juga mencoba membudidayakan lele, tetapi malah merugi Rp 700.000. Berharap mendapat tambahan penghasilan, ia justru merugi.
Hadi Subeno (50), petani dari Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, saat ditemui sedang menjadi buruh panen di Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, mengatakan, selama ini ia hanya bertani pada lahan sewa seluas 1.700 meter persegi.
Dengan biaya sewa tanah sebesar Rp 1,5 juta sekali musim tanam, ia sering tidak bisa mendapatkan hasil. Rata-rata, hasil penjualan padi pada lahan tersebut sebesar Rp 2,5 hingga Rp 3 juta. Padahal, ia juga masih harus mengeluarkan biaya tanam sekitar Rp 1 juta. ”Sering tidak dapat apa-apa, tidak nombok, tetapi juga tidak untung,” katanya.
Beberapa warga di Kecamatan Tanjung Morawa dan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, beralih dari petani menjadi buruh tani lantaran hasil pertanian tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan hidup. Sekarang mereka hidup dengan mengandalkan upah buruh tani dan kerja serabutan.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin, saat dihubungi secara terpisah di Jakarta, juga mengakui pemiskinan petani yang menjadi-jadi dan terus meluas sebagai dampak fragmentasi lahan pertanian.
”Mau menggunakan perhitungan model apa saja, dengan kepemilikan lahan sempit tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup mendasar mereka,” kata Bustanul menjelaskan. Ia menghitung, dengan kepemilikan lahan kurang dari 0,5 hektar, kebutuhan hidup petani yang bisa dipenuhi dari usaha pertanian mereka maksimal 54 persen.
Petani Indonesia masih miskin, pemerintah tidak boleh melupakan kesejahteraan petani kita. Harus ada kebijakan yang memberikan kepastian penghasilan bagi petani kita. Harus ada jaminan nilai jual terhadap hasil produksi para petani. Jangan sampai petani sudah mati-matian mempertahankan produksi tetapi akhirnya sangat dikecewakan oleh harga jual yang sangat murah (maspary).
Thursday, June 23, 2011

Makalah limbah dan polusi air

BAB I
POLUSI AIR
A.     Pengertian Polusi Air
Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Dan segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut Polutan. Sesuatu benda dapat dikatakan polutan bila :
1.    Kadarnya melebihi batas normal
2.    Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat.
Polutan dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perludideteksi secara dini dan ditangani segera dan terpadu.
Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya kedalam air sehingga kualitas air terganggu. Kualitas air terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa dan warna.
B.    Macam-Macam Sumber Polusi Air
Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas.
Penggunaan insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani, untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lain secara berlabihan dapat mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk.
Pembuangan sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai terus-menerus, selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan menimbulkan banjir. Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan tidak terbendung lagi disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat. Akan tetapi rahmat dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar.
Jika kita amati, air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat mengalir dan meresapnya. Apabila jalur-jalur alirannya terganggu dan lahan resapannya terbatas, air akan mengalir kesegala penjuru mengisi ruang-ruang yang paling rendah. Akhirnya terjadilah banjir. Karena itu yang disebut polusi air karena banyak kita yang kurang disiplin, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan.
C.    Bahaya Dari Akibat Polusi Air
Bibit-bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainya. Jika O2 kurang , pengurainya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain. Bahan-bahan tesebut dapat merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk kelaut.
Merkuri yang dibuang sebuah industri plastik keteluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal. Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air:
a.    Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen
b.    Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)
c.    Pendangkalan dasar perairan
d.    Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
e.    Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
f.    Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator
g.    Kematian biota kuno, seperti plankton, iakn, bahkan burung
h.    Mutasi sel, kanker, dan leukeumia
D.    Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air
Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob jadi, air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam yang waktu yang sangat lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Karena ini banyak usaha untuk menajaga agar tanah tetap bersih misalnya:
1.    Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman
2.    Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem
3.    Pengawasan terhadap penggunaan jenis – jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
4.    Memperluas gerakan penghijauan
5.    Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
6.    Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya
7.    Melakukan intensifikasi pertanian
Adapun cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenai dengan sebutan banjir pun ada dua macam yaitu :
1.    Banjir Bandang dapat diatasi secara meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu
2.    banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap banyak orang mengatakan ” lebih baik mecegah dari pada mengatasi”, hal ini berlaku pula pada banjir genangan di bawah ini ada sejumlah langkah yang dapat kita lakukan  untuk mencegah banjir genangan :
1.    Dalam merencanakan jalan – jalan lingkungan baik itu program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material jalan yang menyerap air misalnya, penggunaan bahan dari paving blok (blok – blok adukan beton yang disusun dengan rongga – rongga resapan air disela – selanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran / drainase lingkjungan pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut
2.    Apabila di halaman pekarangan rumah kita masih terdapat ruang – ruang terbuka, buatlah sumur – sumur resapan air hujan sebanyak –banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresap kedalam tanah. Dengan membuat sumur resapan air hujan tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:
a.    Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyak
b.    Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan – lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah
c.    Apabila air hujan tidak tertampung dalam sebuah selokan – selokan rumah / talang – talang rumah, air dapat dialirkan kesumur – sumur resapan. Janganlah membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) kedalam sumur resapan air hujan karena bisa mencemarkan kandungan air tanah. Khusus untuk buangan air limbah rumah tangga, buatlah sumur resapan tersendiri
d.    Apabila air banjir masuk kerumah mencapai ketinggian 20-50 cm satu – satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita diatas ambang permukaan air banjir
e.    Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita. Cara ini sudah umum dilakukan orang hanya teknisnya sering kurang terencana secara mendetail
Wassalam Penulis

MENGEMBANGKAN INSEKTISIDA BIOLOGI BEAUVERIA BASSIANA

mengembangkan-beauveria-bassiana
Sebenarnya sangat mudah mengembangkan jamur ini, kalau rekan-rekan Gerbang Pertanian pernah membaca artikel terdahulu kami tentang cara mengembangkan jamur Trichoderma sp pasti sudah nggak asing lagi dengan cara mengembangkan jamur Beauveria bassiana.
Adapun alat dan bahan yang perlu dipersiapkan untuk mengembangkan Insektisida biologi  jamur Beauveria bassiana adalah:
  1. Isolat jamur Beauveria bassiana
  2. Ember atau baskom kecil
  3. Baskom peniris
  4. Plastik 1/4 kg dengan ketebalan 0,4 sepuluh buah
  5. Lilin lima buah
  6. Steples
  7. Kawat atau sendok kecil spatula
  8. Panci Dandang
  9. Alkohol 75 %
  10. Air bersih
  11. Beras giling atau jagung giling 1 kg
Kalau alat bahan telah lengkap sekarang bersama maspary kita praktekkan cara membuatnya:
  1. Cuci bersih beras dan rendam selama 24 jam
  2. Tiriskan sampai kering
  3. Masukkkan beras kedalam plastik @ 100 gr
  4. Lipat ujung plastik
  5. Masak beras dengan cara di kukus selama kurang lebih 1,5 – 2 jam
  6. Setelah dingin angkat beras tersebut dari panci dandang
  7. Nyalakan lilin 5 buah dan letakkan membentuk setengah lingkaran dimeja
  8. Masukkan kawat atau sendok spatula kedalam alkohol dan bakar  di salah satu lilin tersebut
  9. Setelah kawat agak dingin ambil sebagian isolat dalam tabung reaksi dan masukkan kedalam beras
  10. Lipat beberapa kali ujung plastik dan steples
  11. Letakkan dalam suhu kamar sampai 7-14 hari
  12. Jika sudah tumbuh miselium berwarna putih secara penuh berarti insektisida biologi Beauveria bassiana siap digunakan.
Setelah Insektisida biologi Beauveria bassiana telah siap kini saatnya menggunakannya untuk beberapa jenis serangga, wereng, walang sangit, ulat, kumbang dll. Mari kita coba aplikasikan insektisida tersebut bersama Gerbang Pertanian:
  1. Ambil salah satu beras dalam plastik yang telah ditumbuhi meselium Beauveria basiana
  2. Cuci dengan air 1 liter dengan cara diremas-remas sampai bersih
  3. Saring dengan kain, ambil air cuciannya.
  4. Campurkan air tersebut dengan air 14 – 17 liter dan masukkan kedalam tangki sprayer.
  5. Semprotkan ke tanaman dengan frekuensi 1 minggu sekali. Jika serangan berat bisa seminggu 2 kali.
  6. Jangan lupa nyemprotnya sore hari ya, karena kalau siang hari jamur Beauveria basiana akan mati kepanasan.
Masih ada yang belum jelas tentang cara mengembangkan insektisida biologi Beauveria bassiana dan cara pengaplikasiannya di lapangan? silahkan hubungi maspary SMS aja ya…  Penginnya sih telpon cuma kalo telpon kadang-kadang timingnya yang nggak tepat.
Sekian dulu pertemuan dengan Gerbang Pertanian kali ini dengan tema Mengembangkan Insektisida Biologi Beuveria Bassiana. Smoga bisa memberikan sedikit pencerahan bagi rekan-rekan yang sedang haus akan ilmu pertanian khususnya pertanian organik. Jika ada kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya (maspary).
Sunday, June 12, 2011

Segarnya Selada dan Aneka Jenisnya

Sayuran daun ini digemari karena garing dan manis. Tinggal pilih jenis mana yang Anda suka.
Daun Selada Keriting
Selada bernama Latin Lactuca sativa ini biasanya dipakai dalam pembuatan sandwich dan burger . Selain harganya murah, daun selada ini juga sudah banyak di pasar tradisional.
Selada Romance
Daunnya yang memanjang dan agak keras mirip sawi putih. Warnanya hijau segar dan bagian dalamnya berwarna putih. Rasanya manis dan renyah sehingga digemari banyak orang. Karena rasanya ini, harganya pun cukup mahal.
Leaf Lettuce
Dikenal juga dengan nama selada loloroso atau selada merah. Warnanya bergradasi dari hijau muda ke merah dengan daunnya berlekuk dan berkerut. Tampilannya yang unik, membuatnya terlihat lebih menonjol jika dimasukkan ke dalam campuran salad.
Selada Bokor
Bentuknya bulat berlapis-lapis seperti daun kubis yang tipis, bahkan hampir transparan.  Warnanya hijau muda, rasanya agak garing namun tetap segar.  Bentuk daunnya yang menyerupai mangkuk sering digunakan sebagai wadah salad, atau digunakan sebagai pembungkus sayuran tumis yang digulung menyerupai lumpia.
Tips
- Pilih selada berdaun bersih dan segar pada bagian ujung daun dan bonggolnya.
- Selada yang segar terlihat juga dari warna daun yang cerah dan garing.
- Jangan menganggap selada tidak segar karena berbintik hitam dengan daun agak berlubang. Pasalnya daun selada ditanam pada pot plastik, tanpa diberi semprotan obat.
- Bersihkan tiap helai daun selada dengan air mengalir, tiriskan dan keringkan  dengan tisu supaya tetap segar.
- Bungkus selada dengan tisu, simpan di wadah tertutup, dan masukkan dalam lemari pendingin agar tahan selama 3-5 hari.
 
© Copyright 2010-2011 Information Network All Rights Reserved.
Template Design by Firman Pilo | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.